Manfaat Mendongeng guna Anak Usia Dini

Manfaat Mendongeng guna Anak Usia Dini

Banyak orang tua yang berpikir mendongeng merupakan kegiatan yang hanya dilaksanakan di sekolah atau acara ulang tahun. Padahal tidak demikian, orang tua bisa mendongeng di lokasi tinggal baik saat akan beranjak istirahat maupun di sela-sela anak bermain. Banyak guna mendongeng yang dapat didapatkan andai si kecil sering disuruh mendongeng.

Selain menambah bonding, guna mendongeng pun berlaku untuk pertumbuhan psikologis serta perkembangan si buah hati. Lebih lengkapnya simak uraian inilah ini, yuk!

Membuat khayalan berkembang

Secara alami, anak-anak berusia 3-7 tahun mempunyai daya khayalan yang tinggi. Bagi mengontrol daya khayalan ke arah positif, orang tua dapat memakai media dongeng. Membacakan dongeng bisa membuat khayalan anak berkembang di jalur yang baik.

Menambah kemampuan dalam berbahasa

Keterampilan berbahasa anak bisa distimulus dengan membacakan dongeng. Semakin tidak sedikit kalimat-kalimat positif yang diungkapkan, semakin meningkat pula keterampilan berbahasa anak. Anak menjadi tahu bagaimana memakai bahasa yang sopan dan tidak sopan.

Menumbuhkan minat baca
Manfaat mendongeng ketiga ini bersangkutan dengan buku. Mendongeng dengan membacakan kitab bacaan anak, dapat menambah rasa penasaran anak. Jika dilaksanakan secara konsisten, si kecil bakal semakin tertarik dengan dongeng yang lantas berlanjut penasaran dengan buku-buku bergambar. Minat baca juga serta merta mengikuti.

Membentuk kepintaran emosional

Melalui dongeng, buah hati Ayah dan Bunda bisa belajar tentang nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, kebajikan terhadap sesama, gotong royong, menjaga kesucian lingkungan, dan beda sebagainya.

Hal-hal abstrak di atas dapat disusun dengan mendongeng secara intens. Lama-kelamaan nilai-nilai emosional terhadap sesama dapat dicerna si buah hati. Kecerdasan emosional ini sangat urgen untuk bersosialisasi dalam kehidupan. Sehingga tidak melulu cerdas dalam kognitif.

Membangun rasa empati
Kepekaan terhadap kondisi sosial di sekelilingnya pun bisa dibangun dengan kelaziman membacakan dongeng, lho. Melalui indra pendengaran, kepekaan dan empati anak terbentuk secara cepat dikomparasikan melalui indra visual laksana televisi.

Menanamkan nilai-nilai karakter
Biasanya, dongeng memuat nilai-nilai kehidupan dan karakter pada masing-masing kisah. Nah, ini dapat menjadi ajang guna menanamkan nilai-nilai karakter terhadap si kecil. Setelah mendongeng, hendaknya Ayah dan Bunda menstimulus anak guna mengungkapkan pelajaran-pelajaran yang dapat dipungut dari kisah yang sudah didongengkan.

Mengasah keterampilan berbicara
Setelah mendongeng, Ayah dan Bunda bisa meminta anak mengisahkan kembali. Cara ini dapat mengajar anak untuk menajamkan kemampuan berkata baik di depan umum maupun dengan sejumlah orang saja. Ketika kemampuan berkata anak terasah dengan baik, speech delay dapat terselesaikan dengan segera.

Sumber : http://director-web.helponline.ro/site/pelajaran.co.id/