Mengenali dan Mengarahkan Emosi Anak Usia Dini

Mengenali dan Mengarahkan Emosi Anak Usia Dini

Peran Orang Tua dalam Mengenali Emosi Anak Usia Dini. Anak-anak ialah individu yang masih belajar mengenai segala hal, tergolong dalam masalah emosi. Di masa mula perkembangannya, anak masih belum mengetahui dan memahami tentang emosi yang dia rasakan. Akibatnya bila tidak mendapat bimbingan, ia akan mengartikan sendiri secara salah apa yang dia alami. Hal berikut yang dapat menyebabkan balita tantrum dan akhirnya dirasakan menyusahkan orang tua.

Begitu pula dengan orang tua, di mula menjadi orang tua baru tidak sedikit hal yang mesti dicocokkan dan menciptakan beban pikiran. Maka saat anak sedang belajar mengekspresikan emosi yang dia alami, terkadang orang tua malah memandang urusan itu mengganggu dan lalu melalaikan perasaan anak. Padahal ketika itulah peluang untuk menyerahkan pengertian untuk anak tentang sekian banyak macam emosi yang sedang dirasakan dan mengajarkan teknik mencari solusinya. Apabila emosi anak terlalu tidak jarang diabaikan, anak dapat memandang kehadiran dirinya tidak urgen dan menggali solusi atas masalahnya dengan teknik yang salah.

Membantu Anak Memberi Label pada Emosi

Sebelum menunjukkan emosi anak umur dini, orang tua pun harus mempersiapkan perasaannya sendiri. Orang tua mesti menyadari bahwa besok anak bakal menjadi pribadi yang berdikari dan berkembang cocok kepribadiannya. Maka orang tua mesti siap guna menjadi fasilitator anak dalam belajar, tergolong belajar mengenali emosi. Caranya ialah dengan siap memperhatikan dan menyokong anak saat sedang merasakan emosi yang buruk sekalipun. Jangan memaksakan kehendak dan memandang anak mesti bersikap sesuai kemauan orang tua.

Saat anak telah mulai dapat diajak bicara, sebagai orang tua mesti mulai menolong anak mengenali dan memberi nama terhadap emosi yang sedang dirasakan. Misalnya saja anak sedang kecewa sebab tidak dapat menemukan jajanan kesukaannya ketika diajak melakukan pembelian barang di supermarket. Kemudian anak menangis sejadinya di tengah pengunjung yang ramai. Sebagai orang tua tentu akan mempunyai perasaan malu yang mengakibatkan orang tua langsung memarahi anaknya dan menyuruhnya diam.

Namun ternyata, di sini orang tua bisa berperan lebih guna mengenali emosi anak. Ketika telah tenang, ajak ia bicara kenapa tadi ia menangis. Saat anak mengungkapkan alasannya, beritahu bahwa ia sedang merasakan sebuah perasaan yang mempunyai nama kecewa dan membuatnya marah. Orang tua kemudian dapat menyerahkan pengertian bahwa, ketika kelak menemukan perasaan seperti tersebut lagi, anak bisa mengenalinya dan mengatakan untuk orang tua guna dicarikan solusinya bersama. Dengan begitu diinginkan anak akan memahami dan tidak melulu menangis saat mempunyai masalah.

Sumber : http://domaindirectory.com/servicepage/?domain=www.pelajaran.co.id/